
Bulan suci Ramadhan merupakan bulan paling mulia. Terkadang hawa nafsu yang kita miliki mengalahkan niat, sehingga terjadi hal yang tidak seharusnya terjadi di siang hari pada bulan penuh berkah tersebut. Muncul perasaan malu, berat, dan bingung itu wajar. Namun yang terpenting adalah apa langkah selanjutnya.
Dalam Islam, ada kafarat yang Allah tetapkan sebagai jalan tebus: memerdekakan hamba sahaya atau jika tidak mampu, berpuasa dua bulan berturut-turut atau jika tidak mampu, memberi makan 60 orang miskin.
Inilah rahmat Allah: Dia tidak menutup pintu, Dia justru menyediakan jalan.
Seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Celaka aku, ya Rasulullah! Aku telah menggauli istriku di siang hari Ramadhan." Rasulullah ﷺ bertanya, "Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak?" … "Apakah kamu mampu memberi makan 60 orang miskin?" Beliau lalu bersabda, "Ambillah ini dan sedekahkanlah."
— HR. Bukhari & Muslim

Bagaimana Jalan untuk Kafarat Jima’?
Memberi makan 60 orang miskin adalah pintu kafarat yang Allah sediakan bagi yang tidak mampu berpuasa 2 bulan berturut-turut. Satu kafarat jima', 60 keluarga terbantu. Dosa ditebus, sesama disantuni inilah indahnya syariat Islam.
Mengapa Harus Menunaikan Kafarat Jima’ Bersama Alhidayah?
Transparansi penuh: setiap dana yang terkumpul disalurkan langsung untuk program pangan bagi dhuafa dan masyarakat rentan. Bersama kami kamu dapat menunaikan kafarat jima’ mu. Perhitungan sederhananya sebagai berikut:
Dengan kata lain, untuk satu kali pelanggaran sumpah, kafaratnya setara dengan memberi makan 60 orang miskin dengan total nilai sekitar Rp900.000.
Dengan menunaikan Kafarat Jima’ bersama kami:
Cara Menunaikan Kafarat Jima’ Bersama Alhidayah:
Setelah semua lengkap, klik tombol Donasi untuk mengakhiri pembayaran
![]()
Menanti doa-doa orang baik